Oleh : Ramdan J
![]() |
| Saca Suhendi Ketua KNPI Jabar saat mengisi seminar Kepemimpinan Mahasiswa di Aula Fakultas Dakwah dan Komuniasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. |
Seorang
yang ingin mencapai sukses, tentu wajib memiliki jiwa seorang pemimpin, menurut
Dr. Aqua Dwipayana di seminar tersebut. Dr. Aqua Dwipayana adalah seorang sosok
sukses yang mengawali karirnya dari nol, artinya dulu dia termasuk orang yang
miskin. Kini dia adalah seorang pakar komunikasi nasional, yang sering di
undang para pejabat tinggi negeri ini.
Ada 9 point jiwa
seorang pemimpin yang harus dikuasai oleh seseorang. Diantaranya:
Lurus Dalam Memimpin
Diri Sendiri
Menjadi
pribadi yang sukses tentu akan semakin banyak berhubungan dengan orang lain.
Membangun relasi dan satuan pekerja dalam perusahaan yang dijalankannya.
Sebelum mencapai ke arah sana. Kita haruslah mampu untuk berlaku
lurus memimpin diri sendiri dengan cara senantiasa menggerakkan jiwa dan raga
untuk terus berkarya dan menjadi individu yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa
dan agama. Karena dengan berhasil memimpin diri, kita akan berhasil memimpin
orang lain untuk bekerjasama membangun kesuksesan bersama.
Tidak Cepat Puas atas
Pencapaian dan Terus Membuat Capaian yang Semakin Meningkat Tingkat
Kesulitannya.
Kadang
seseorang cepat merasa puas atas sebuah pencapaian. Sehingga, dia tidak membuat
pencapaian baru dan lebih menantang dari sebelumnya. Ini bahaya, karena ketika
seseorang demikian, dia akan mengalami kemonotonan hidup, karena mereka merasa
nyaman atas pencapaian tersebut dan enggan bergerak menggapai capaian lain yang
lebih baik. Maka seorang entrepreneur sejati, setelah mencapai satu capaian,
dia akan membuat perencanaan pencapaian lanjutan yang tentu lebih baik, luas
dan lebih banyak membawa keuntungan.
Fokus dalam Suatu
Pencapaian, dan Melakukan yang Terbaik saat Menjalankannya
Fokus
adalah suatu kewajiban dalam mencapai target. Seperti memanah. Anak panah tidak
akan sampai pada arah bidikan ketika seorang pemanah tidak fokus. Sama halnya
ketikas seseorang hendak mencapai sukses tapi tidak fokus. Maka dia akan
berleha-leha, nermalas-malasan dan asal dalam mengerjakan sesuatu. Rubah mindset negatif
itu, dengan menjadi lebih fokus dalam suatu capaian dan lakukan yang terbaik
dalam pencapaiannya.
Selalu Rendah Hati
Orang yang
sombong tentu tidak banyak disukai orang lain. Bagaimana kita dapat membangun
relasi sedangkan orang lain benci karena kesombongan kita. Maka, selalu rendah
hati adalah kewajiban bagi seseorang dalam mencapai kesuksesan. Dengan rendah
hati, komunikasi akan semakin efektif, dan semakin erat terjalin ikatan
emosional dengan seseorang.
Jangan Rendah Diri
(Minder) tapi Percaya Diri
Minder
adalah penyakit kebanyakan orang Indonesia. Mungkin dikarenakan banyak faktor.
Bisa jadi karena keterbelakangan ekonomi, keterbelakangan fisik atau memang
penyakit mental yang kronis. Rubahlah mulai dari sekarang. Tidak ada orang
didunia ini yang ingin bekerjasama dengan orang yang senantiasa minder, kecuali
orang yang hanya berbelas kasihan (empati).
Disiplin
Mungkin
untuk poin ini semuanya sepakat. Bahwa disiplin adalah kunci yang utama dalam
mencapai keberhasilan.
Pandai Menyimak
Orang
Indonesia, kebanyakan lebih banyak bicara daripada menyimak. Sehingga kwalitas
intelektual masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Menyimak itu lebih baik
dari berbicara, karena dengan menyimak kita akan mendapat banyak informasi yang
bermanfaat, serta akan memperkuat daya analisis kita. Ini penting, dengan ilmu
pengetahuan yang luas dan tajamnya daya analisis. Kita akan semakin mudah untuk
menyelesaikan masalah yang akan kita hadapi.
Terampil Membaca
Membaca itu
bukanlah sekedar membaca huruf-huruf dalam sebuah tulisan atau buku. Membaca
haruslah sampai pada proses pemahaman. Membaca juga bukan hanya sesekali saja,
tapi haruslah setiap hari. Karena membaca itu penting untuk membuka khazanah
keilmuan, dan mempersiapkan amunisi pemecahan masalah yang akan terjadi di
dalam perjalan mencapai kesuksesan.
Dapat Dipercaya
Jika kita
tidak dipercaya orang lain. Ini tanda yang sangat buruk bagi kita. Karena ada
sesuatu hal negatif yang menempel dan diketahui oleh orang lain. Perbaiki, dan
bangun citra positif yang bukan pencitraan kepada orang lain. Karena bagaimana
seseorang bisa bekerjama bahkan berinvestasi untuk kita jika kita bukanlah
oranga yang sulit dipercaya.
Demikianlah
9 poin yang disampaikan Dr. Aqua Dwipayana dalam seminar Kepemimpinan Mahasiswa
yang diselenggaran oleh Senat Mahasiswa di Aula Fak. Dakwah dan Komunikasi.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar