Tahun 2011, sekelompok
mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Bandung berkumpul, merancang bentuk aktivitas
yang merangsang nilai-nilai intelektual berkembang. Sementara kehidupan kampus
saat itu begitu kering. Dimotori oleh
Indra Nugraha, Anan Suryana, Faisal Hatami, Adhi Muhammad, Susanti Fitri,
Annisa, Gilang Ramadhan, Ade Lukman, dan generasi pertama lainnya, terbentuklah Study Club Komunitas Anak
Tangga (KAT). Indra Nugraha terpilh sebagai ketua pertama.
Meski sudah beroperasi
sejak pertengahan 2011, komunitas baru resmi di-proklamirkan di penghujung
tahun 2011. Tepatnya tanggal 13 November 2011. Komunitas Anak Tangga tidak
bermaksud untuk membuat kultur baru dan atau menghilangkan kultur lama. Tetapi
KAT berupaya memperlihatkan bahwa “kita dapat melampaui kultur
generasi-generasi yang sudah lewat”.
Diskusi merupakan pokok
kegiatan komunitas. Tujuannya supaya para anggota terbiasa mengungkapkan ide,
gagasan, dan pikiran-pikirannya secara jujur dan terbuka. Selain itu agar
tumbuh keberanian untuk tampil berbicara di depan publik. Diskusi Komunitas
Anak Tangga bersifat artes liberales. Membebaskan pesertanya dari kebodohan dan
kepicikan melalui pengembangan intelektual sehingga peserta menjadi manusia
yang rasional, kritis, berwawasan luas, mampu bergaul secara manusiawi, cerdas,
dan arif dalam membuat keputusan yang adil. Dengan begitu peserta menemukan
bentuk kemanusiaannya yang benar, kodrat manusia yang real dan asli.
Komunitas Anak Tangga pun
diharapkan dapat menjadi komunitas literasi yang menumbuhkan partisipasi dan
empati. Program literasi Komunitas Anak Tangga sendiri tidak melulu membaca
buku. Tapi bukan berarti menekuni buku sama sekali ditinggalkan. Membaca buku
harus tetap menjadi aktivitas inti, hanya saja perspektifnya diperluas.
Aktivitas membaca ditafsirkan secara luas. Tidak sebatas teks (buku), tapi juga
konteks (kehidupan).
Seiring waktu berjalan,
kini alumni, anggota Komunitas Anak Tangga tersebar di berbagai bidang
kehidupan sosial. Jurnalis, aktivis, akademisi, guru, dan bidang sosial
lainnya. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi Keluarga Besar Komunitas Anak
Tangga. Melalui komunitas yang berawal dari diskusi kecil bisa melahirkan
manusia-manusia otonom, kreatif, dan memiliki intelektualitas serta berjiwa
sosial.

0 komentar:
Posting Komentar