Oleh: Nuru Fitry
Indonesia...
Negara kita tercinta (katanya), namun apakah kita sudah benar-benar mencintai Indonesia?
Apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia? Mungkin, bagi sebagian kalangan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar saja rasanya gengsi. Memang semakin miris keadaan bahasa ibu di Indonesia ini, Indonesia merupakan negara kepulauan serta memiliki beragam budaya dan bahasa daerah yang telah dipertahankan oleh generasi sebelum kita, namun apa yang terjadi saat ini? Satu persatu daerah mulai melupakan budaya dan bahasa daerahnya, setelah bahasa daerah sudah cukup lama terpuruk dan mulai terlupakan, saat ini bahasa Indonesia yang merupakan pemersatu bahasa dari beragam daerah di Indonesia pun nyaris terbuang juga, tergantikan oleh budaya dan bahasa asing yang mulai merajai diri masyarakat Indonesia.
Negara kita tercinta (katanya), namun apakah kita sudah benar-benar mencintai Indonesia?
Apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia? Mungkin, bagi sebagian kalangan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar saja rasanya gengsi. Memang semakin miris keadaan bahasa ibu di Indonesia ini, Indonesia merupakan negara kepulauan serta memiliki beragam budaya dan bahasa daerah yang telah dipertahankan oleh generasi sebelum kita, namun apa yang terjadi saat ini? Satu persatu daerah mulai melupakan budaya dan bahasa daerahnya, setelah bahasa daerah sudah cukup lama terpuruk dan mulai terlupakan, saat ini bahasa Indonesia yang merupakan pemersatu bahasa dari beragam daerah di Indonesia pun nyaris terbuang juga, tergantikan oleh budaya dan bahasa asing yang mulai merajai diri masyarakat Indonesia.
Lihatlah anak-anak balita di
perkotaan saat ini, anak balita di kota saat ini memang lebih maju karena
didukung dengan teknologi yang ada di sekitar mereka yang semakin hari semakin
canggih dan beragam. Sejak usia masih dalam hitungan bulan sebagian dari mereka
sudah disekolahkan oleh orangtuanya, sebagian mereka bersekolah di sekolah
internasional yang lebih banyak berbahasa asing, setelah di sekolah mereka
berbahasa asing, di rumah, beberapa orangtua dari mereka jarang sekali yang
mengajarkan mereka berbicara dalam bahasa Indonesia apalagi bahasa daerah,
dengan begitu bagaimana bisa mereka yang masih polos mengenal bahasa dari
bangsanya sendiri? Sebagian dari balita itu bahkan kesulitan berbahasa
Indonesia.
Kasus lain terjadi pada para
remaja, saat ini k-pop sedang sangat merasuki sebagian besar diri remaja
Indonesia. Setelah mereka menyukai lagu-lagu Korean pop mereka mulai mencari
tahu budaya dari Korea, lalu setelah mereka tertarik mereka mulai belajar
bahasa korea, jika mereka hanya ingin belajar tidak masalah. Tapi yang terjadi,
sebagian dari mereka mulai terbiasa dengan bahasa Korea yang menurut mereka
lebih keren dan melupakan bahasa Indonesia. Bahkan adapula dari mereka yang
sangat terobsesi untuk meninggalkan Indonesia dan tinggal di Korea. Miris
sekali memang, melupakan tanah kelahiran untuk hal yang belum pasti.
Masihkah kalian ingat dengan
sumpah pemuda?
Sumpah Pemuda
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Sumpah para pemuda saat
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah kalian tidak mengingatnya? Coba
resapi baris ketiga...
Mungkin sebagian remaja
beranggapan "Ah itukan kuno, sekarang zaman sudah modern sudah maju, sudah
harus menggunakan bahasa asing dong, bahasa Indonesia sudah gak zaman lagi,
kuper kalau terus pakai bahasa Indonesia, kayak orang dulu"
Memang benar saat ini zaman sudah
maju dan terus menerus berkembang. Kita memang harus bisa menggunakan bahasa
asing terutama bahasa internasional, seperti bahasa inggris, namun jika kita
menguasai bahasa asing bukan berarti kita melupakan bahasa negara Indonesia
bukan?
Bahasa indonesia tetap bahasa
yang ada dalam diri kita, bukankah kita mencintai Indonesia? Jika memang benar
mencintai Indonesia kita juga harus mencintai bahasa Indonesia. Kita seharusnya
merasa malu pada turis yang berkunjung ke Indonesia dan belajar bahasa
Indonesia. Banyak WNA yang ingin menjadi WNI, dan mereka mengaku sangat
mencintai Indonesia, termasuk mereka sangat senang belajar bahasa Indonesia.
Seharusnya kita juga bisa
menempatkan diri dimana dan kapan waktunya serta apa momennya. Jika kita memang
sedang berhadapan dengan orang asing atau sedang dalam pelajaran bahasa asing
kita menggunakan bahasa asing, namun jika kita sedang berada di lingkungan
masyarakat Indonesia maka kita berbahasa indonesia. Jadi belajarlah mencintai
keanekaragaman budaya dan bahasa di Indonesia. Walaupun banyak budaya dan
bahasa asing yang datang ke Indonesia namun kita tetap harus menyaringnya,
memilah dan memilih mana yang memang baik. Dan jangan lupakan bahasa Indonesia,
bahasa kesatuan negara kita tercinta.
0 komentar:
Posting Komentar