Sinergi Berkarya

Selasa, 11 November 2014

Parlemen Pilihanku


Oleh: Calam Rahmat

Ini mungkin impian semua warga Negara yang ada di dunia tak di pungkiri aku juga demikian sebagai warga Negara Indonesia dari sejak kurang lebih 20 tahun yang lalu, aku terlahir di Indonesia yang katanya sangat subur dan penuh dengan kemakmuran tapi nyatanya hampir dimana-mana terlihat kekacauan yang timbul dari kurang nya perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil.
Lagi dan lagi nama pemerintah tidak bisa dihindari ketika banyak masalah yang terjadi di Indonesia, al hasil kesalah pahaman masih banyak timbul dan perselisihan semakin bebas, apa lagi semenjak kebebasan berpendapat itu di perbolehkan sejak tahun 1999 pada saat itu presiden yang menjabat ialah pak Habibi, sering aku dengar nama itu. kebebasan berpendapat yang seharusnya di pergunakan dengan baik dan bijak, disini malah di pakai untuk mengarah kepada penyudutun antar orang maupun kelompok.
Entah apa yang sedang di pikirkan mereka ketika pendapat yang telah mereka kemukakan tidak di terima dan ujung-ujung nya melakukan hal-hal yang seharusnya tidak wajar dilakukan oleh seorang warga Negara yang baik, apalagi sampai merusak kenyamanan umum. Tidak sedikit para pelaku yang mengatas namakan masyarakat yang butuh keadilan itu dari kalangan akademisi yang tergolong orang – orang aktifis yang sudah mengerti akan segala bentuk tatanan aturan yang ada di Indonesia.
Sangat disayangkan kejadian ini tidak hanya terulang untuk sekali - dua kali saja, apa dengan cara ini semua suara mereka di dengar oleh orang – orang yang duduk santai dengan beralaskan uang rakyat di dalam ruangan ber-AC? Tidak bisa menjamin semua suara mereka di dengar. Tak sedikit orang memandang hal seperti ini sebagai hal yang wajar karena menurut sebagian orang ini adalah cara terkhir dan bisa di sebut sebagai cara paing pamungkas untuk mengetuk hati para wakil rakyat itu.
Saat itu semua terjadi ketika masalah terus melanda dan akhirnya “dia” sosok utama yang katanya menjadi tolak ukur suara kami semua, ketika semua masalah dan cara penyelesaiannya di luar batas kenormalan, diaakan  mulai berbicara dan ketika itu pula suaranya yang sangat di harapkan oleh kami masyarakat yang butuh akan perhatian “anda” , suara bisingan dari segala pihak saat itu terjadi terhiraukan, karena berharap semua keluh kisah ku dan yang lain terdengar olehnya “sang penguasa tanah air tercinta”.
Namun, tidak seperti apa yang di inginkan oleh ku dan yang lain bisa terwujud. Tapi dari situ aku mengerti bahwa dia sangat berusaha. Sekali lagi suara kami semua sangat sulit untuk di dengar, tidak peduli seberapa kerasnya kami melakukan hal ini, ya mungkin mereka mendengar tapi mereka mendengar itu hanya sebagai nyanyian dari para pemalas.


0 komentar:

Posting Komentar