Sinergi Berkarya

Selasa, 11 November 2014

Fungsi yang Tereleminasi

Oleh: Ahmad Fauzi Maulana

Tak beda dengan kebutuhan primer lainnya, media sudah menjelma menjadi suatu hal yang vital bagi kelangsungan hidup manusia. Tak bisa dipungkiri, keberadaan media dirasa berpangaruh bagi karakter dan budaya negeri ini. Bagaimana tidak, media yang kini ada dari mulai cetak hingga elektronik seolah tak lelah terus membanjiri informasi para penggunanya dan semua itu terkadang tak mampu di bendung bahkan saringan untuk media pun terbilang jebol atas kekejaman informasi lewat sebuah media.

    Ada beberapa fungsi media seperti informasi, edukasi, hiburan, serta transformasi nilai. Dari keempat fungsi yang saya sebutkan, saya sedikit mengutip fungsi media sebagai alat edukasi yang mulai luntur atau bahkan tereliminasi oleh fungsi lainnya. Ketika fungsi media sebagai hiburan sukses dengan membludaknya peminat yang menngemari acara hiburan tersebut, fungsi media sebagai alat informasi yang sukses dengan berita – berita yang membuming di masyarakat serta fungsi media sebagai alat transformasi nilai yang tak sedikit mampu di adaptasi banyak orang, tapi satu yang saya sayangkan bahwa fungsi media sebagai alat edukasi yang saya rasa sudah mulai hilang terkikis pasar.

    Saya ambil contoh sederhana, dari sebuah acara hiburan yang memang benar mampu mengocok perut saya dengan candaan yang sering berbau hinaan, jahil, kekerasan, serta tak jarang kita tertawa karna penderitaan orang. memang kita tahu disana acara hiburan, tapi siapa yang bertanggung jawab bila moral dan karakter bangsa yang bobrok karena terbiasa melihat acara hiburan yang meluai melumrahkan hal – hal seperti hinaan, jahil, atau bahkan tertawa atas penderitaan orang? dan memang usia tak menjadi syarat untuk bisa menikmati acara hiburan ini. dimana kita bisa ambil nilai edukasinya? oh, mungkin benar kata ayu ting ting, saya salah alamat. tak seharusnya mencari nilai edukasi di acara hiburan.

    Ok, kita ke tampat lain. acara yang mengandung fungsi informasi seperti acara atau kolom berita. Informasi yang disajikan di sebuah media di Indonesia sangat berpengaruh terhadap alur cerita dan tinggi rendahnya tensi di negeri ini. Berita mengenai korupsi, koruptor, pembunuhan, pemerkosaan atau hal – hal negatif lainnya lebih sering merajalela di dunia per-media-an dibandinggkan berita – berita positif. Memang tak selalu begitu, terkadang berita – berita positif hadir secara musiman seperti musim sea games, itupun kalau Indonesia berprestasi. Atau mungkin terlalu minimnya prestasi negeri ini hingga tertutup oleh berita – berita negatif dan diperparah lagi dengan kata “bad news is good news”. Setidaknya, seharusnya dari berita positif tersempil nilai edukasi yang bisa diambil. Jauh lebih buruk ketika kita melihat bahwa media berubah menjadi alat tunggangan politik, miris memang. Sepertinya saya sudah tidak bisa berkata – kata lagi soal itu, kita semua tahu fenomena mengerikan ini. Jadi, mana nilai edukasi yang disuguhkan media? memang tak semua media seperti itu, masih ada juga media yang mau memperhatikan fungsi yang satu ini. tapi mana?

    Tulisan ini bukan hasil observasi atu survei kepada media. Tapi tulisan ini murni subyektifitas saya sendiri. Jadi, mohon maaf apabila ada pihak yang merasa dirugikan.


0 komentar:

Posting Komentar