Oleh : Dita Nurmalia
Keberadaan media massa
telah membawa kita pada era globalisasi, sebuah zaman yang menawarkan ruang tak
terbatas, membuang sekat-sekat antar negara dan mengintegrasikannya ke dalam
satu persepsi sehingga informasi-informasi dapat kita ketahui secara cepat.
Proses mengirimkan pesan dari Indonesia ke Jepang, tidak usah menunggu hingga
berminggu-minggu, berkat pemakaian media dengan teknologi yang tepat. Ruang dan
waktu semakin dibuat cepat dan sempit, seakan-akan dunia dibuat menjadi satu
komunitas, di mana setiap penghuninya bisa berinteraksi secara realtime tanpa
halangan yang berarti.
Ini terjadi berkat
revolusi informasi yang memasuki pelosok dunia lewat saluran media massa
diantaranya adalah televisi dan internet. Sebagai media komunikasi, ia sama
saja seperti kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama
lain. Hingga bisa dimunculkan tesis, kebutuhan terhadap internet adalah kebutuhan
untuk berkomunikasi dan ini adalah harga mati. Melalui bantuan teknologi
mutakhir ini pula kita dapat mengakses berbagai berita mulai dari kebijakan
pemerintah, kenaikan harga di pasar, korupsi, ilegal loging, perseteruan antar
pemilik saham, gosip selebritas, pemerkosaan, seks bebas,dan kriminalitas.
Media secara
terminologi adalah alat, artinya secara luas adalah “perantara”. Perubahan
sosial amat dipengruhi oleh media. Kenyataan pahit saat ini adalah perubahan
masyarakat akan semakin buta informasi sebenarnya karena media menjadi alat
kekuasaan or media menjadi alat pembodohan…benar gak? Media menjadi alat bagi
golongan tertentu untuk menutupi kebenaran demi kepentingannya, merubah
persepsi umum tentang kebenaran.
Salah satu tolak ukur
kemajuan sebuah negara adalah sampai di mana ia menguasai teknologi dan ilmu
pengetahuan dengan mantap, konprehensif dan total. Termasuk tentu saja
teknologi komunikasi. Sebab, komunikasi memang kebutuhan dalam menjalani
kehidupan yang dinamis menuju peradaban yang lebih maju. Demi mempercepat,
menuju itulah teknologi media/informasi/komunikasi semakin dibuat canggih dan
seterusnya demikian demi menjawab tantangan berkomunikasi yang lebih efektif.
Pada dasarnya media
massa merupakan sesuatu yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi,
baik komunikasi personal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Pada saat
ini media masa telah menjadi suatu kebutuhan hampir pada seluruh masyarakat
berbagai lapisan baik pada lapisan atas, tengah, dan bawah. Kebutuhan tersebut
bertambah seiring dengan perkembangan informasi yang sedang berkembang pada
saat ini.
Hal ini didukung pula
oleh lahirnya kebebasan komunikasi massa dalam bentuk media massa cetak dan
elektronik melalui Undang-Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 dan Undang-Undang
Pers No. 40 tahun 1999 serta dibungkus dengan himpunan etika profesi wartawan
(kode etik jurnalistik) bagi para pencari berita. Sehingga, tidak heran kalau
dewasa ini, media massa cetak maupun elektronik berlomba untuk menayangkan
variatif program untuk mendongkrak posisi rating mereka serta mendapatkan
keuntungan sebesar – besarnya.
Pemberitaan di media
massa khususnya televisi, merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan berita
(pesan) yang paling diminati masyarakat pada umumnya. Penyampaian pesan yang
disampaikan kepada penerima pesan (penonton) dengan cara yang lebih menarik
yaitu dengan adanya tampilan audio visual sehingga terasa lebih hidup dan dapat
menjangkau ruang lingkup yang sangat luas, sehingga hal ini merupakan salah
satu nilai positif yang dimiliki media masa televisi.
Akan tetapi, hal
tersebut tidak hannya memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat
(penonton). Jika pesan-pesan yang disampaikan oleh media masa televisi tidak
sesuai dengan aturan-atuaran penyiaran yang telah ditetapkan dan dikemas dengan
baik, maka hal tersebut akan memberikan implikasi yang negatif terhadap
kehidupan masyarakat. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah peningkatan
tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat.
Media seperti
pisau..bisa memberi manfaat besar, tapi juga bisa menjadi bencana
besar..tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya. Bisa menjadi sarana
penyebar ilmu-ilmu yang banyak bermanfaat, bisa jadi penyebar ilmu-ilmu yang
ngga bener..menyebarkan berita kejahatan, bisa jadi informasi untuk lebih
waspada, tapi juga bisa jadi ilmu baru buat meniru kejahatannya..sinetron bisa
jadi wacana buat referensi kisah2nya, tapi juga bisa mendidik anak-anak, atau
bahkan yang lebih parah bisa membentak-bentak orang tua..bisa jadi nyebarin
berita baik, bisa jadi media ghibah (gosip)..tergantung mau buat apa pisau
ditangan kita?
Permasalahan ini
merupakan permasalahan yang komplek sehingga penanganan terhadap permasahan ini
tidak dapat dilakuakan oleh satu tangan saja. Kerjasama anggota keluarga dan
partisipasi semua elemen masyarakat adalah solusi yang sangat tepat untuk
menyelesaikan permasalahan ini.
So, manfaatkanlah
media dengan sebaik mungkin, sebagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dalam
hal yang positif dan lebih selektiflah dalam memfilter informasi yang disajikan
melalui berbagai macam bentuk media!.
Referensi:
0 komentar:
Posting Komentar